Excepteur sint occa- ecat cupidatat

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Suspendisse eget ante vitae ligula posuere

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Quisque malesuada libero sed odio

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Maecenas in enim vene- natis libero

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Phasellus feugiat conse- ctetur sapien

Excepteur sint occaecat cupid- atat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

al quran


Membaca Al-Quran Dengan Tajwid



Dalam membaca Al-Quran agar dapat mempelajari, membaca dan memahami isi dan makna dari tiap ayat Al-Quran yang kita baca, tentunya kita perlu mengenal, mempelajari ilmu tajwid yakni tanda-tanda baca dalam tiap huruf ayat Al-Quran. Guna tajwid ialah sebagai alat untuk mempermudah, mengetahui panjang pendek, melafazkan dan hukum dalam membaca Al-Quran.
Tajwīd (تجويد) secara harfiah mengandung arti melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata ” Jawwada ” (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara melafazkan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran maupun Hadist dan lainnya.
Dalam ilmu tajwid dikenal beberapa istilah yang harus diperhatikan dan diketahui dalam pembacaan Al-Quran, diantaranya :
a. Makharijul huruf, yakni tempat keluar masuknya huruf
b. Shifatul huruf, yakni cara melafalkan atau mengucapkan huruf
c. Ahkamul huruf, yakni hubungan antara huruf
d. Ahkamul maddi wal qasr, yakni panjang dan pendeknya dalam melafazkan ucapan dalam tiap ayat Al-Quran
e. Ahkamul waqaf wal ibtida’, yakni mengetahui huruf yang harus mulai dibaca dan berhenti pada bacaan bila ada tanda huruf tajwid
f. dan Al-Khat dan Al-Utsmani
Arti lainnya dari ilmu tajwid adalah melafazkan, membunyikan dan menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan dalam ayat Al-Quran. Menurut para Ulama besar menyatakan bahwa hukum bagi seseorang yang mempelajari tajwid adalah Fardhu Kifayah, yakni dengan mengamalkan ilmu tajwd ketika memabaca Al-Quran dan Fardhu ‘Ain atau wajib hukumnya baik laki-laki atau perempuan yang mu’allaf atau seseorang yang baru masuk dan mempelajari Islam dan KitabNya.
Mengenal, mempelajari dan mengamalkan ilmu tajwid berserta pemahaman akan ilmu tajwid itu sendiri merupakan hukum wajib suatu ilmu yang harus dipelajari, untuk menghindari kesalahan dalam membaca ayat suci Al-Quran dan melafazkannya dengan baik dan benar sehingga tiap ayat-ayat yang dilantunkan terdengar indah dan sempurna.
Berikut ini ada dalil atau pernyataan shahih dari Allah SWT yang mewajibkan setiap HambaNya untuk membaca Al-Quran dengan memahami tajwid, diantaranya :
1. Dalil pertama di ambil dari Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca Al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).
2. Dalil kedua diambil dari As-Sunnah ( Hadist ) yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a.(istri Nabi Muhammad SAW), ketika beliau ditanya tentang bagaimana bacaan Al-Quran dan sholat Rasulullah SAW, maka beliau menjawab: ”Ketahuilah bahwa Baginda S.A.W. Sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah S.A.W. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi).
3. Dalil ketiga diambil dari Ijma atau pendapat para ulama besar Islam. Yakni kesepakatan para ulama yang dilihat dari zaman Rasulullah SAW hingga sampai saat ini, yang menyatakan bahwa membaca Al-Quran dengan ber-Tajwid merupakan hukum atau sesuatu yang fardhu dan wajib.
Hukum-hukum dalam tajwid beserta komponen ilmu tajwid yang harus dikenal dipelajari, dipahami serta diamalkan dalam membaca Al-Quran, antara lain :
1. Hukum Ta’awuz dan Basmalah
Isti’azah atau taawuz adalah melafazkan atau membunyikannya : “A’uzubillahi minasy syaitaanir rajiim” (ﺍﻋﻮﺬ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ)
cara melafazkan basmalah adalah bunyinya:
“Bismillahir rahmaanir rahiim” (ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮﺤﻴﻢ).
Terdapat 4 cara membaca iati’azah, basmalah dan surat :
a. memutuskan isti’azah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah,
b. menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti,
c. membaca isti’azah dan basmalah terus-menerus tanpa henti,
d. membaca isti’azah, basmalah dan awal surat terus-menerus tanpa berhenti.
Terdapat 4 cara membaca basmalah di antara dua surat. Membaca basmalah adalah tanda awal dimulai suatu bacaan dalam surat Al-Quran. Guna dari membaca basmalah suatu keharusan dengan tujuan :
a. Basmalah sebagai pemisah dengan surat Al-Quran yang lain
b. Sebagai penghubung dengan awal surat Al-Quran
c. Sebagai penghubung dari kesemua surat Al-Quran
d. Menghubungkan akhir surat dengan basamalah, lalu berhenti. Namun basamalah tidak selalu menjadi surat awal yang harus terus dibaca untuk melanjutkan surat berikutnya. Walau bagaimana pun, tidak harus membaca demikian karena dikhawatirkan ada yang mengganggap basmalah merupakan salah satu ayat daripada surat yang sebelumnya.
Dalam ilmu tajwid juga dikenal ada 9 hukum bacaan yang isinya menjelaskan bagian-bagian tanda baca dan cara melafazkannya atau pengucapannya, antara lain :
A. Hukum nun mati dan tanwin, terdiri dari : 
Contoh : ayat diatas merupakan surat Al-Quran ( QS: Al-Baqarah ayat 145 ), huruf yang diberi warna (merah : izhar halqi), (hijau : idgham), ( biru : ikhfa haqiqi), ( ungu : iqlab).
1. Izhar Halqi
Izhar halqi bila bertemu dengan huruf izhar maka cara melafazkan atau mengucapkannya harus “jelas” Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf Halqi (tenggorokan) seperti: alif/hamzah(ء), ha’ (ح), kha’ (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), dan ha’ (ﮬ). Izhar Halqi yang artinya dibaca jelas.
Contoh : نَارٌ حَامِيَةٌ
2. Idgham
Hukum bacaan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti: mim (م), nun (ن), wau (و), dan ya’ (ي), maka ia harus dibaca lebur dengan dengung.
Contoh: فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ harus dibaca Fī ʿamadim mumaddadah.
3. Idgham Bilaghunnah
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti ra’ (ر) dan lam (ل), maka ia harus dibaca lebur tanpa dengung.
Contoh: مَنْ لَمْ harus dibaca Mal lam
Pengecualian
Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan keenam huruf idgam tersebut tetapi ditemukan dalam satu kata, seperti بُنْيَانٌ, اَدُّنْيَا, قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ, maka nun mati atau tanwin tersebut dibaca jelas.
4. Iqlab
Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ (ب). Dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin berbah menjadi bunyi mim (م).
Contoh: لَيُنۢبَذَنَّ harus dibaca Layumbażanna
5. Ikhfa’ haqiqi
Jika nan mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf seperti ta’(ت), tha’ (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), fa’ (ف), qof (ق), dan kaf (ك), maka ia harus dibaca samar-samar (antara Izhar dan Idgham)
Contoh: نَقْعًا فَوَسَطْنَ
B. Hukum mim mati
Selain hukum nun mati dan tanwin adapula hukum lainnya dalam mempelajari dan membaca Al-Quran yakni Hukum mim mati, yang disebut hukum mim mati jika bertemu dengan huruf mim mati (مْ) yang bertemu dengan huruf-huruf arab tertentu.
Contoh bacaan diatas diambil dari (QS: Al-Mu’minun :55-59) yang diberi tanda warna  (biru : ikhfa syafawi), ( merah : idgham mimi), (hijau : izhar  syafawi).
Hukum mim mati memiliki 3 jenis, yang diantaranya adalah :
1. Ikhfa Syafawi (ﺇﺧﻔﺎﺀ ﺷﻔﻮﻱ)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan dibaca didengungkan.
Contoh: (فَاحْكُم بَيْنَهُم) (تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ) (وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ)
2. Idgham Mimi ( إدغام ميمى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.
Contoh : (أَم مَنْ) (كَمْ مِن فِئَةٍ)
3. Izhar Syafawi (ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻔﻮﻱ)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.
Contoh: (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) (تَمْسُونَ)
C. Hukum mim dan nun tasydid
Hukum mim dan nun tasydid juga disebut sebagai wajib al-ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermakna bahwa pembaca wajib untuk mendengungkan bacaan. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda syadda atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).
Contoh: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ
D. Hukum alif lam ma’rifah
Alif lam ma’rifah adalah dua huruf yang ditambah pada pangkal atau awal dari kata yang bermakna nama atau isim. Terdapat dua jenis alif lam ma’rifah yaitu qamariah dan syamsiah.
- Alif lam qamariah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah, seperti: alif/hamzah(ء), ba’ (ب), jim (ج), ha’ (ح), kha’ (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), fa’ (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha’ (ﮬ) dan ya’ (ي). Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ) yang artinya adalah bulan. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya.
- Alif lam syamsiah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti: ta’ (ت), tha’ (ث), dal (د), dzal (ذ), ra’ (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Nama asy-syamsiah diambil dari bahasa Arab (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ) yang artinya adalah matahari. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.
E. Hukum idgham
Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) adalah berpadu atau bercampur antara dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain. Maka dari itu, bacaan idgham harus dilafazkan dengan cara meleburkan suatu huruf kepada huruf setelahnya. Terdapat tiga jenis idgham:
- Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ – yang serupa) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukum adalah wajib diidghamkan. Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.
- Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ – yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang sifat dan makhrajnya hampir sama, seperti ba’ bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha’ bertemu dzal. Contoh: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ
- Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ – yang sejenis) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta’ dan tha, lam dan ra’ serta dzal dan zha. Contoh: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ
F. Hukum mad
Mad yang artinya yaitu melanjutkan atau melebihkan. Dari segi istilah Ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat dua bagian mad, yaitu mad asli dan mad far’i. Terdapat tiga huruf mad yaitu alif, wau, dan ya’ dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah. Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.
G. Hukum ra’
Hukum ra’ adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra’ dalam bacaan. Terdapat tiga cara yaitu kasar atau tebal, halus atau tipis, atau harus dikasarkan dan ditipiskan.
* Bacaan ra’ harus dikasarkan apabila:
1. Setiap ra’ yang berharakat atas atau fathah.
Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
2. Setiap ra’ yang berbaris mati atau berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah.
Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
3. Ra’ berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
4. Ra’ berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah atau kasrah tetapi ra’ tadi berjumpa dengan huruf isti’la’.
Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ
* Bacaan ra’ yang ditipiskan adalah apabila:
1. Setiap ra’ yang berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
2. Setiap ra’ yang sebelumnya terdapat mad lain
Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ
3. Ra’ mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah atau kasrah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti’la’.
Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ
* Bacaan ra’ yang harus dikasarkan dan ditipiskan adalah apabila setiap ra’ yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti’la’.
Contoh: ﻓِﺮْﻕ
Isti’la’ (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf yaitu kha’ (خ), sod (ص), dhad (ض), tha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).
H. Qalqalah
Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba’ (ب), jim (ج), dan dal (د). Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:
- Qalqalah kecil yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
- Qalqalah besar yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ
I. Waqaf (وقف)
Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Terdapat empat jenis waqaf yaitu:
- ﺗﺂﻡّ (taamm) – waqaf sempurna – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya
- ﻛﺎﻒ (kaaf) – waqaf memadai – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya
- ﺣﺴﻦ (Hasan) – waqaf baik – yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya
- ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) – waqaf buruk – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.
Tanda-tanda waqaf lainnya :
1. Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya;
2. tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
3.tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
4. tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti
5. tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad
6. tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-washl Awlaa” yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;
7. tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari “Qiila alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan
8. tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yuushalu” yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan
9. tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti
10. tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan
11. tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas
12. tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud “Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak
13. tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari “Kadzaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul
14. tanda bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta’anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.
Sebenarnya masih banyak hukum bacaan dan tanda bacaan dalam Al-Quran bila dipelajari memerlukan waktu pemahaman yang cukup lama agar fasih dan benar dalam membaca, melafazkan dan pengucapan harakat (panjang-pendeknya suatu bacaan), tajwid lainnya yang harus dipelajari dan dipahami. Lebih baik lagi apabila mempelajari kitab Iqro (kitab kecil ).

naga bumi

Java 871 years. Nameless swordsman who has resigned from the martial arts world was 100 years old. The old warrior had forgotten, anyone who ever killed by her opponents, and perhaps now students or relatives of his opponents came demanding vengeance. Even the state offered a large reward for his death.

The old warrior knew the end was near, but he did not want to die before writing his memoirs, as a way to expose secrets of history.

Nagabumi, a story where ordinary people live the martial arts world as a world of fairy tales, about the warriors who have become alienated from everyday life, because of his goal to reach the dragon prestige.

Nagabumi is drama between the warrior-warrior, deadly fight moves, which characterized the political machinations of power, as well as thoughts of great struggle, from Nagasena to Nagarjuna, the thrilling romance interlude, the cultural background of VIII-IX century world









Pulau Jawa tahun 871. Pendekar tanpa nama yang telah mengundurkan diri dari dunia persilatan sudah 100 tahun umurnya. Pendekar tua itu sudah lupa, siapa saja lawan yang pernah terbunuh olehnya, dan barangkali kini murid atau kerabat lawan-lawannya datang menuntut pembalasan dendam. Bahkan negara menawarkan hadiah besar untuk kematiannya.

Pendekar tua itu tahu ajalnya sudah dekat, tetapi ia tidak ingin mati sebelum menuliskan riwayat hidupnya, sebagai cara membongkar rahasia sejarah.

Nagabumi, sebuah cerita tempat orang-orang awam menghayati dunia persilatan sebagai dunia dongeng, tentang para pendekar yang telah menjadi terasing dari kehidupan sehari-hari, karena tujuan hidupnya untuk menggapai wibawa naga.

Nagabumi adalah drama di antara pendekar-pendekar, pertarungan jurus-jurus maut, yang diwarnai intrik politik kekuasaan, maupun pergulatan pikiran-pikiran besar, dari Nagasena sampai Nagarjuna, dengan selingan kisah asmara mendebarkan, dalam latar kebudayaan dunia abad VIII-IX


materi ungkapan class 2 ipa,karya ma-mas GANTENG


EXPRESSING SATISFACTION AND DISSATISFACTION

EXPRESSING SATISFACTION AND DISSATISFACTION
(Mengungkapkan rasa puas dan tidak puas)

Text 1
(At lunch time, Machiko and Roberto were hungry. They found a restaurant near the college. The menu looked very good. They chose a table at the salad bowl, sat down, and read the menu. Then they waited. They waited for a long time. At last the waiter comes.)
Waiter : Yes?
Machiko : I’d like salad fruit, please.
Waiter : Cottage cheese, yoghurt, or sherbet?
Machiko : Er, yoghurt, please.
Waiter : Anything else?
Machiko : Yes, I’ll have some bread and a glass of white wine.
Waiter : (to Roberto) and you?
Roberto : The chef’s salad – large, with bread and red wine, please.
(After the waiter left)
Machiko : The waiter was unfriendly, wasn’t he?
Roberto : No, not unfriendly. He was rude.
(Michiko and Roberto waited more than ten minutes. Their food finally arrived.)
Roberto : Large? This is small salad.
Machiko : And this is sherbet instead of yoghurt.
Roberto : The bread is hard.
Machiko : It’s not fresh at all. It’s stale. I can’t eat it.
Roberto : And I can’t drink this wine chilled. It’s warm.
Machiko : Terrible. There’s no butter for the bread, either.
Roberto : Where’s the waiter?
Machiko : I don’t know. He’s probably gone to lunch at another restaurant.
Answer the following questions briefly.
  1. How does the menu look like?
  2. What do Machiko and Robderto feel about their meal?
  3. What do they order?
  4. How long do they wait for their food?
  5. What make them dissatisfied?
Text 2
Paul : Have you read today’s newspaper?
James : Not yet. Is it interesting?
Paul : Yes, the apology from the company. Take a look. The paper is over there.
James : Picking up the newspaper and starting to read it. Is that all?
Paul : Yes.
James : This is not enough. I’m not satisfied yet. The size of the ads should have been half of the page. Besides, the company only apologized but they didn’t mention what they would do.
Paul : Oh, come on. The point is not the matter of the size, but the company sincere to apologize.
James : Still it’s not satisfying.
Paul : I think they have already shown their good will. It’s more than enough.
Answer the following questions briefly.
1. Who are involved in the dialogue above?
2. What is the content of the paper?
3. What does James say to express his dissatisfaction?
4. Why does he feel so?
5. Write Paul’s expression to express his satisfaction.
Text 3
Robert : How do you feel about this food?
Tery : Wow….. I am very satisfied. It’s very delicious.
Robert : Yes, you are right. Would you have anymore?
Tery : Yes, of course.
Robert : I will take some for my younger sister. She’ll be very happy.
Tery : Yeah and I will take for my mom at home.
Robert : OK. Let’s go home. I never feel satisfied before.
Tery : So am I.
Answer the following questions briefly.
1. Who are having dialogue?
2. What are they talking about?
3. Where does the conversation take place?
4. What does Tery feel about the food?
5. Why do they take the food home?



MENGUNGKAPKAN DAN KEPUASAN ketidakpuasan

MENGUNGKAPKAN DAN KEPUASAN ketidakpuasan


(Mengungkapkan rasa PUAS Dan tidak PUAS)



Teks 1


(Pada waktu makan siang, Machiko dan Roberto lapar. Mereka menemukan sebuah restoran dekat kampus. Menu tampak sangat baik. Mereka memilih meja di mangkuk salad, duduk, dan membaca menu. Lalu mereka menunggu. Mereka menunggu untuk waktu yang lama. Akhirnya pelayan datang).


Pelayan: Ya?


Machiko: Saya ingin salad buah, silakan.


Pelayan: Cottage keju, yoghurt, atau serbat?


Machiko: Er, yoghurt, silakan.


Pelayan:
Ada lagi?

Machiko: Ya, saya akan memiliki beberapa roti dan segelas anggur putih.


Pelayan: (ke Roberto) dan Anda?


Roberto: Koki salad - besar, dengan roti dan anggur merah, silakan.


(Setelah meninggalkan pelayan)


Machiko: Pelayan tidak ramah, bukan?


Roberto: Tidak, tidak ramah. Dia adalah kasar.


(Michiko dan Roberto menunggu lebih dari sepuluh menit. Makanan mereka akhirnya tiba.)


Roberto: Besar? Ini adalah salad kecil.


Machiko: Dan ini adalah serbat bukan yoghurt.


Roberto: Roti sulit.


Machiko: Ini tidak segar sama sekali. Ini basi. Aku tidak bisa memakannya.


Roberto: Dan aku tidak bisa minum anggur ini dingin. Ini hangat.


Machiko: Mengerikan. Tidak ada mentega untuk roti, baik.


Roberto: Dimana pelayan?


Machiko: Saya tidak tahu. Dia mungkin pergi ke makan siang di restoran lain.


Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat.

    Bagaimana menu terlihat seperti?
    Apa Machiko dan Robderto merasa tentang makanan mereka?
    Apa yang mereka memesan?
    Berapa lama mereka menunggu untuk makanan mereka?
    Apa yang membuat mereka puas?

Teks 2


Paul: Apakah Anda membaca koran hari ini?


James: Belum. Apakah menarik?


Paul: Ya, permintaan maaf dari perusahaan. Coba lihat. Makalah ini ada di
sana.

James: Mengambil koran dan mulai membacanya. Apakah bahwa semua?


Paul: Ya.


James: Ini tidak cukup. Saya belum puas. Ukuran dari iklan seharusnya setengah halaman. Selain itu, perusahaan hanya meminta maaf tapi mereka tidak menyebutkan apa yang akan mereka lakukan.


Paul: Oh, ayolah. Intinya bukan masalah ukuran, tetapi perusahaan tulus untuk meminta maaf.


James: Masih itu tidak memuaskan.


Paulus: Saya pikir mereka telah menunjukkan niat baik mereka. Ini lebih dari cukup.


Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat.


1. Yang terlibat dalam dialog di atas?


2. Apa isi dari kertas?


3. Apa James mengatakan untuk mengungkapkan ketidakpuasan nya?


4. Mengapa ia merasa begitu?


5. Menulis ekspresi Paulus untuk mengekspresikan kepuasannya.


Teks 3


Robert: Bagaimana perasaan Anda tentang makanan ini?


Tery: Wow ..... Saya sangat puas. Ini sangat lezat.


Robert: Ya, Anda benar. Apakah Anda memiliki lagi?


Tery: Ya, tentu saja.


Robert: Saya akan mengambil beberapa untuk adik saya. Dia akan sangat senang.


Tery: Ya dan saya akan mengambil untuk ibu saya di rumah.


Robert: OK. Mari kita pulang. Aku tidak pernah merasa puas sebelumnya.


Tery: Jadi am I.


Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat.


1. Siapa yang berdialog?


2. Apa yang mereka bicarakan?


3. Mana percakapan berlangsung?


4. Apa Tery merasa tentang makanan?


5. Mengapa mereka mengambil makanan rumah?



http://najmimaulana.wordpress.com/2008/11/03/expressing-satisfaction-and-dissatisfaction/

Expressing permission

Expressing asking and giving permission

Asking for permission


May I seat on this grass?

Can I am I allowed to
Would you allow me
Could I
It’s allright to
Is it permitted to

Accepting permission

Respond: Yes, you may
you can
you are
I would
it’s

Reffusing permission

Do you jind if I borrow your dictionary?

respond: Certainly not

Of course not
Not at all

May I borrow your dictionary?

use

respond: I’m sorry I’m using it right now

I’m afraid that is it not allowed
You may not
I don’t think you may
No, you may not


This is an example of a letter asking and giving permission


Dear sir,


I’m sorry to inform you that I cant’t attend your class tomorrow because I have to accompany my mother

to bandung. She is more than sixty years and sickly and in need of company whenever she goes out of town.
Please permit me to leave the class.

Your faithfully


Practice

Study the regulations bellow!

Boarding House Regulation

- no smoking in bed room
- no pets in the room
- on’t stick pictures on the walls
- isitors are received in the lobby
- windows must be clossed as tenants go out



Complete these sentences based on the information above. Then answer the questions!


A: can I smoke in the bed room?

B: ……………………………...

A: is it allright keep a pet at home?

B: ………………………………

A: am I allowed to bring friends to my room?

B: ……………………………………………

A: ……………………………………………

B: is it permitted to let the windows open when I go out?

A: may I stick picture up on the wall?

B: ………………………………………………………..

mengekspresikan izin
Mengekspresikan
bertanya dan memberikan izin

Meminta izin


Mungkin saya
duduk di rumput ini?
Dapatkah
saya saya diperbolehkan
Apakah
Anda mengizinkan saya
Bisakah aku

Ini
Allright untuk
Apakah
diijinkan untuk

menerima
izin
Menanggapi
: Ya, Anda mungkin
Anda bisa

Anda

aku akan

sekarang


izin
Reffusing
Apakah Anda
Jind jika aku meminjam kamus Anda?

merespon
: Tentu saja tidak
Tentu saja tidak

Sama sekali tidak


Semoga
saya pinjam kamus Anda?
menggunakan


merespon
: Maafkan saya menggunakan sekarang
Aku takut
yang tidak diperbolehkan
Anda mungkin tidak

Saya tidak berpikir
Anda mungkin
Tidak,
Anda mungkin tidak


Ini
adalah contoh surat meminta dan memberikan izin

Dari Sir
,

Aku menyesal
untuk memberitahu Anda bahwa saya cant't menghadiri besok kelas Anda karena saya harus menemani ibuku
ke
bandung. Dia adalah lebih dari enam puluh tahun dan sakit-sakitan dan membutuhkan perusahaan setiap kali dia pergi ke luar kota.
Izinkan saya
untuk meninggalkan kelas.

Anda setia


praktek

Mempelajari
peraturan bawah!

Boarding House
Peraturan
-
Tidak merokok di kamar tidur
-
Tidak ada hewan peliharaan di kamar
-
Gambar tongkat on't di dinding
-
Isitors diterima di lobi
-
Jendela harus clossed sebagai penyewa pergi keluar



Lengkapi
kalimat ini berdasarkan informasi di atas. Kemudian menjawab pertanyaan!

A
: bisa aku merokok di kamar tidur?
B
: ....................................

A
: itu Allright menjaga hewan peliharaan di rumah?
B
: ....................................

A
: saya diperbolehkan untuk membawa teman-teman ke kamarku?
B
: ...................................................

A
: ...................................................
B
: tidak diijinkan untuk membiarkan jendela terbuka ketika saya pergi keluar?

J:
mungkin saya tetap gambar di dinding?
B
: .................................................................
http://adalagi-bandi.blogspot.com/2010/03/expressing-permission.html
 EXPRESSING RELIEF
Expressing Relief means mengungkapkan perasaan lega.
Read the text below carefully.
Daughter : Mom, can I go to my friend’s birthday party tonight?
Mother : Whose party, honey?
Daughter : David’s party.
Mother : What! Do you mean that David? I don’t think he’s a suitable boy. I will never allow you to go there.
Daughter : But, mom….
Mother : No buts, Sarah! You are not going to a party at his house. Never!
The next day, Mrs. Smith went to the supermarket to shop. Suddenly she saw an old school friend from years ago. Her name used to be Alice Cowper, but now, she was Mrs. Alice Templeton, mother of the infamous David, the monster of Sarah’s class.
That night, Mrs. Smith told Sarah that maybe she had been too harsh with her over David’s party. Therefore, she was changing her mind and allowing her to attend David’s party on Saturday night. Sarah was much relieved. Throwing her arms around her mother, Sarah said:
Sarah : Oh, mother, thank you so much. Everyone thought I was such an idiot for not being allowed to attend David’s party. He is really such a sweet boy. I’m so happy and relieved.
Mother : Don’t get carried away, Sarah.
Answer the following questions.
1. Who are the people mentioned above?
2. Who will have a birthday party?
3. Who will go to the party?
4. Does Sarah’s mother allow her to go to the party? Why?
5. Who is David’s mother?
6. What does Sarah say to express her relief?

MENGUNGKAPKAN RELIEF

Mengekspresikan
Bantuan berarti mengungkapkan perasaan lega.

Membaca teks
di bawah ini dengan hati-hati.
Putri
: Bu, saya bisa pergi ke pesta ulang tahun teman saya malam ini?
Ibu
: siapa pihak, Sayang?
Putri
: Partai Daud.
Ibu
: Apa! Apakah Anda berarti bahwa Daud? Saya tidak berpikir dia anak yang cocok. Aku tidak pernah akan memungkinkan Anda untuk pergi ke sana.
Putri
: Tapi, ibu ....
Ibu
: Tidak ada tapi-tapian, Sarah! Anda tidak akan pesta di rumahnya. Tidak pernah!

Keesokan harinya
, PakSmith pergi ke supermarket untuk berbelanja. Tiba-tiba ia melihat seorang teman sekolahnya dari tahun lalu. Namanya digunakan untuk menjadi Alice Cowper, tapi sekarang, dia Pak Ali Templeton, ibu yang terkenal Daud, rakasa kelas Sarah.

Malam itu
, Pak Smith mengatakan kepada Sarah bahwa mungkin ia terlalu keras dengan dia di pihak David. Oleh karena itu, ia berubah pikiran dan memungkinkan dirinya untuk menghadiri pesta David pada Sabtu malam. Sarah lebih lega. Melontar memeluk ibunya, Sarah mengatakan:

Sarah
: Oh, ibu, terima kasih banyak. Semua orang mengira aku seperti idiot karena tidak diizinkan untuk menghadiri pesta Daud. Dia benar-benar seperti anak manis. Saya sangat senang dan lega.
Ibu
: Jangan terbawa, Sarah.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut.
1
. Siapa orang-orang yang disebutkan di atas?
2
. Siapa yang akan memiliki pesta ulang tahun?
3
. Siapa yang akan pergi ke pesta?
4
. Apakah ibu Sarah mengizinkannya untuk pergi ke pesta? Kenapa?
5
. Siapakah ibu Daud?
6
. Apa yang dikatakan Sarah mengungkapkan lega?
http://adalagi-bandi.blogspot.com/2010/03/expressing-permission.html

(The phrase of warning)
A warning means giving information of the danger or unexpected situation that my happen if a person does something. He/she wants that person will be more careful. When we see a snake on a tree, for example, we may shout our friends "Watch out" It means we inform them be careful and to pay attention to the snake.

A warning is usually in the form of imperative, but it may occur with the modal "must" and "should"

Expression of warning :
- You should/should not_______________
- You must/must not___________________
- Don't_______________________________!
- Beware!
- Beware of___________________________
- Look out!
- Watch out!
- Watch out for_______________________!

Here are other examples of expressing warning.
  1. Your little sister wants to cross the busy street. Then you warn her to cross carefully by saying,"Mind the traffic!"
  2. There is a long wire connected to the computer. At present you are using your computer and your little brother is playing a toy car behind the computer. You see what he is doing and warm,"Dont touch the wire!"
  3. There is blackout in the neighbourhood. A father lights a lantern and puts it on the table. His son is amazed and plays with the lantern. When the father sees, he warns,"Keep away from the fire!" or "Don't play with the lantern!"
  4. You are walking on the pavement with your friends in the rain. Suddenly you see a big hole on the pavement. You want your friends by pointing at the hole and saying,"Look out!"
  5. In the zoo, many cages of wild animals are applied with a warning board saying,"Beware of the wild animals!"
(Ungkapan tentang peringatan)
Peringatan
berarti memberikan informasi tentang bahaya atau situasi yang tak terduga itu terjadi saya jika seseorang melakukan sesuatu. Dia / dia ingin bahwa orang akan lebih berhati-hati. Ketika kita melihat seekor ular di pohon, misalnya, kita bisa berteriak teman-teman kita "hati-hati" Artinya kita memberitahu mereka berhati-hati dan memperhatikan ular.

Sebuah peringatan
biasanya dalam bentuk imperatif, tetapi mungkin terjadi dengan modal yang "harus" dan "seharusnya"

Ekspresi
peringatan:
-
Anda harus / harus not_______________
-
Anda harus / harus not___________________
-
tidak_______________________________!
- Hati-hati
!
- Hati-hati
___________________________
-
Awas!
-
hati-hati
-untuk berhati-hati_______________________
!

Berikut
adalah contoh lain untuk mengekspresikan peringatan.      Adikmu ingin menyeberang jalan yang sibuk. Kemudian Anda memperingatkan dia untuk menyeberang hati-hati dengan mengatakan, "Pikiran lalu lintas!"
     Ada kawat panjang yang terhubung ke komputer. Saat ini Anda menggunakan komputer Anda dan adik Anda memainkan mobil mainan di belakang komputer. Anda lihat apa yang dia lakukan dan hangat, "Jangan menyentuh kawat!"
     Ada pemadaman di lingkungan. Seorang ayah menyalakan lentera dan meletakkannya di meja. Anaknya kagum dan bermain dengan lentera. Ketika ayah melihat, ia memperingatkan, "Jauhkan dari api!" atau "Jangan bermain dengan lentera!"
     Anda berjalan di trotoar dengan teman di hujan. Tiba-tiba Anda melihat lubang besar di trotoar. Anda ingin teman-teman Anda dengan menunjuk pada lubang dan berkata, "Awas!"
     Di kebun binatang, banyak kandang hewan liar diterapkan dengan papan peringatan yang mengatakan, "Waspadalah terhadap binatang liar!"

http://adalagi-bandi.blogspot.com/2010/03/expressing-permission.html

 
LESSON PLAN

School                         : SMA
Subject                        : English
Material                      :  monolog: Expression of Pain, Relief and Pleasure
Skill                            :  Listening
Class/semester            :  XI IPS2
Time allocation           :   2 X 45 minutes


A.    Standard Competence
Understanding the meaning of transactional and interpersonal conversations in formal and continuing (sustained) in the context of daily life.


B.     Basic Competence
Responding the meaning in a conversation transactional (to get thing done) and interpersonalofficial and continues (sustained) accurately, fluently and acceptable that use different languages ​​spoken in the context of daily life and involves follow-tutu: advise, warn, passed the request , and expressed feelings of relief, pain and pleasure.


C.    Indicators
1.      Cognitive
Product
a.       Students make a expressing about expression of pain, relief and pleasure
b.      Students express the expressing about expression of pain, relief and pleasure
c.       Students answer the questions of monolog about expressing pain, relief and pleasure.




Process
a.       Students identify the material about material expressing of pain, relief and pleasure
b.      Students make a expressing about expressin of pain, relief and pleasure
c.       Students express the expressing about expression of pain, relief, and pleasure
d.      Students listen monolog about expression of pain, relief and pleasure
e.       Students answer the question of monolog about expression of pain, relief and pleasure.

2.      Affective
a.       Characters : honest, creative, critical and logical, responsible
b.      Social skill : asking question, giving idea and opinion, communicating   in a good manner.

3.      Psychomotor
Students listen the monolog and answer the questions of monolog about expression of pain, pleasure and relief

Teaching and learning objectives
1.      Cognitive
Product
a.         Students are able to make a expressing about expression of pain, relief and pleasure
b.         Students are able to express the expressing about expression of pain, relief and pleasure
c.         Students are able to answer the questions of monolog about expressing pain, relief and pleasure.
Process
a.         Students are able to identify the material about material expressing of pain, relief and pleasure
b.         Students are able to make a expressing about expressin of pain, relief and pleasure
c.         Students are able to express the expressing about expression of pain, relief, and pleasure
d.        Students are able to listen monolog about expression of pain, relief and pleasure
e.         Students are able to answer the question of monolog about expression of pain, relief and pleasure.

2.         Affective
a.       Students are actively involved in teaching and learning activities showing the particular characters (honest, creative, critical and logical and responsible
b.      Students can work cooperatively in teaching and learning actuate  by asking questions, giving idea and opinion and communicates in a good manner.

3.      Psychomotor
Students are able to listen the monolog and to answer the questions of monolog about expression pain, relief and pleasure.


D.    Material    :
A monolog : Reason and Impact (analitical exposition)

E.     Teaching Method / Technique
1.      Method           :            Audio Lingual
2.      Technique       :            Audio

F.     Activities Plan
1.      Opening Activities (10 minutes)
a.       Greeting and checking student attendance
2.      Main Activities (70 minutes)
a.         Students identify the material about material expressing of pain, relief and pleasure
b.         Students make a expressing about expressin of pain, relief and pleasure
c.         Students express the expressing about expression of pain, relief, and pleasure
d.        Students listen monolog about expression of pain, relief and pleasure
e.         Students answer the question of monolog about expression of pain, relief and pleasure.
3.    Closing Activities (10 minutes)
a.       summarizing the lesson
b.      giving homework
c.       closing the lesson

G.    Learning Sources
1.      English zone book year of XI class

H.    TOOL AND MEDIA
*    #  Laptop
*  #   Speaker


I.       EVALUATION
1.      Technique     : listening test
2.      Form             :  listening of monolog about expression of pain, relief and pleasure.





EXPRESSION TO EXPRESS PAIN, RELIEF AND PLEASURE

Expressing pain
·    Ouch. It hurts!
·    Ugh, it’s very painful!
·    Ouch!
·    Oh, it’s killing me!
Lorence           : Hei! Watch out!
Raisha              : Ouch!
Lorence           : Are you OK?
Raisha              : Ugh, it hurts!
Lorence           : I had warned you! Why don’t you watch around before cross the road?
Raisha              : I don’t bring my glasses. I am sorry.
Lorence           : Ok. Let’s have medicine.
 Expressing relief
·    Thank goodness!
·    Thank heavens!
·    What a relief!
·    I’m glad about…!
·    It’s great relief!
·    Whew!
Anne    : Grey! Don’t you know that our final exam mark has been announced?
Grey    : What? Are you sure that it has been announced?
Anne    : Of course. What happens?
Grey    : It is because I did not do the test well and I am afraid that I will get D for this subject. Our teacher has told me, if I don’t pass this exam I will be kicked from this school.
Anne    : Don’t make a joke, Grey! I think no one will kick you out from this school.
Grey    : How can you know?
Anne    : Because you get C!
Grey    : Whew! Thank God! Thanks Anne!
Anne    : You’re welcome, Grey!
Expressing pleasure
·    Great!
·    Terrific!
·    I’m pleased.
·    I enjoyed it.
·    I love it.
·    It was terrific.
·    I’m delighted.
Tommy: Barnney, how is your new job? Do you like it?
Barnney: No, it doesn’t seem like what I imagine before. How about yours?
Tommy: I’m delighted! My boss is very kind person. He gives me a lot of work to do but he always appreciates my work eventhough it is bad.
Barnney: What a lucky man you are! Congrats boy!

EXERCISE

A.    Listen the monolog. Then,you complete the close texts.

1.        Well, things are not so easy on this gigantic piece of ice. It’s                            
2.        He stopped on ot this piece of ice and feel into the ice water. He is                             
3.        I think so because he                                 to move his right leg
4.                    When I move my left ankle. I hope it I’ll be better soon.
5.        It is but as people say “                , no game, so it must finish this.


1.        Yeahh... I slipped and fell. My back                              
2.        It is. I’ve had some medicine                              
3.        Each continent has its own severe condition, which sometimes can become a               for me
4.        They said its                    
5.        We’re a solid team, and we’ll get the prize                      when we reach the top.
          ANSWER THE EXERCISE
1.  A real apin
2. Ovlesly in pain
3. Find painful
4.  It hurts
5.  No pain

1.  Hurt slighly
2.  To relieve the pain
3.  Pain in the neck
4.  Real pain
            5.   For a pain black thin even

RENCANA PELAJARAN

Sekolah: SMA

Subyek: English

Bahan: monolog: Ekspresi of Pain, Bantuan dan Kesenangan

Keterampilan: Mendengarkan

Kelas / semester: XI IPS2

Alokasi waktu: 2 X 45 menit



A. Standar Kompetensi

Memahami makna percakapan transaksional dan interpersonal dalam formal dan berkelanjutan (berkelanjutan) dalam konteks kehidupan sehari-hari.



B. Kompetensi Dasar

Menanggapi makna dalam percakapan transaksional (to get hal yang dilakukan) dan interpersonalofficial dan terus (berkelanjutan) secara akurat, lancar dan dapat diterima yang menggunakan bahasa berbeda yang diucapkan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutu: menasihati, memperingatkan, lulus meminta, dan perasaan yang diekspresikan lega, rasa sakit dan kesenangan.



C. Indikator

1. Kognitif

Produk

a. Siswa membuat mengungkapkan tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan

b. Siswa mengungkapkan Mengekspresikan tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan

c. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari monolog tentang mengekspresikan rasa sakit, meringankan dan kesenangan.





Proses

a. Siswa mengidentifikasi materi tentang materi mengekspresikan rasa sakit, lega dan kesenangan

b. Siswa membuat mengekspresikan tentang expressin rasa sakit, lega dan kesenangan

c. Siswa mengungkapkan Mengekspresikan tentang ekspresi rasa sakit, meringankan, dan kesenangan

d. Siswa mendengarkan monolog tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan

e. Siswa menjawab pertanyaan tentang monolog tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan.


2. Afektif

a. Karakter: jujur, kreatif, kritis dan logis, bertanggung jawab

b. Keterampilan sosial: mengajukan pertanyaan, memberikan ide dan pendapat, berkomunikasi dengan cara yang baik.


3. Psikomotor

Siswa mendengarkan monolog dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari monolog tentang ekspresi rasa sakit, merasa senang dan lega


Belajar mengajar tujuan

1. Kognitif

Produk

a. Mahasiswa mampu membuat mengekspresikan tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan

b. Siswa mampu mengungkapkan Mengekspresikan tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan

c. Siswa mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari monolog tentang mengekspresikan rasa sakit, meringankan dan kesenangan.

Proses

a. Siswa mampu mengidentifikasi materi tentang materi mengekspresikan rasa sakit, lega dan kesenangan

b. Mahasiswa mampu membuat mengekspresikan tentang expressin rasa sakit, lega dan kesenangan

c. Siswa mampu mengungkapkan Mengekspresikan tentang ekspresi rasa sakit, meringankan, dan kesenangan

d. Siswa dapat mendengarkan monolog tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan

e. Siswa mampu menjawab pertanyaan monolog tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan.


2. Afektif

a. Siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan yang menunjukkan karakter tertentu (jujur, kreatif, kritis dan logis dan bertanggung jawab mengajar dan belajar

b. Siswa dapat bekerja sama dalam proses belajar mengajar menjalankan dengan mengajukan pertanyaan, memberikan ide dan pendapat dan berkomunikasi dengan cara yang baik.


3. Psikomotor

Siswa mampu mendengarkan monolog dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari monolog tentang nyeri ekspresi, lega dan kesenangan.


D. Bahan:

Sebuah monolog: Alasan dan Dampak (eksposisi analitis)


E. Metode Pengajaran / Teknik

1. Metode: Audio Lingual

2. Teknik: Audio


F. Kegiatan Rencana

1. Kegiatan Pembukaan (10 menit)

a. Salam dan memeriksa kehadiran siswa

2. Kegiatan utama (70 menit)

a. Siswa mengidentifikasi materi tentang materi mengekspresikan rasa sakit, lega dan kesenangan

b. Siswa membuat mengekspresikan tentang expressin rasa sakit, lega dan kesenangan

c. Siswa mengungkapkan Mengekspresikan tentang ekspresi rasa sakit, meringankan, dan kesenangan

d. Siswa mendengarkan monolog tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan

e. Siswa menjawab pertanyaan tentang monolog tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan.

3. Kegiatan Penutup (10 menit)

a. meringkas pelajaran

b. memberikan pekerjaan rumah

c. menutup pelajaran


G. Sumber Belajar

1. Inggris zona tahun buku kelas XI


H. ALAT DAN MEDIA

* Laptop

*
Speaker


EVALUASI
I.
1. Teknik: tes listening

2. Bentuk: mendengarkan dari monolog tentang ekspresi rasa sakit, meringankan dan kesenangan.

EKSPRESI EXPRESS NYERI, BANTUAN DAN KENIKMATAN


Mengekspresikan rasa sakit

· Ooh. Sungguh menyakitkan!

· Ooh, itu sangat menyakitkan!

· Oooh!

· Oh, itu sangat membunuh saya!

Lorence: Hei! Kenapa kamu!

Raisha: Ooh!

Lorence: Apakah kamu baik –baik saja?

Raisha: Ooh, sakit!

Lorence: Aku telah memperingatkan Kamu! Mengapa Kamu tidak menonton sekitar sebelum menyeberang jalan?

Raisha: Saya tidak membawa kacamata saya. Saya minta maaf.

Lorence: Ok. Mari kita membeli obat.

 Mengekspresikan lega
· Syukurlah!

· Syukurlah!

· Apa yang lega!

· Aku senang tentang ...!

· Ini melegakan!

· Wah!

Anne: Apakah Kamu tidak tahu bahwa hasil ujian akhir kami telah diumumkan?

Grey: Apa? Apakah kamu yakin bahwa itu telah diumumkan?

Anne: Tentu saja. Apa yang terjadi?

Grey: Itu karena aku tidak melakukan tes baik dan saya takut bahwa saya akan mendapatkan  untuk subjek ini. Guru kami telah mengatakan kepada saya, jika saya tidak lulus ujian ini saya akan ditendang dari sekolah ini.

Anne: Jangan membuat lelucon,! Saya pikir tidak ada yang akan menendang Anda keluar dari sekolah ini.

Grey: Bagaimana kamu bisa tahu?

Anne: Karena kamu mendapatkan!

Grey: Wah! Terima kasih Tuhan! Terima kasih Anne!

Anne: Terima kasih kembali,!

Mengekspresikan kesenangan

· Besar!

· Hebat!

· Saya senang.

· Aku menikmatinya.

· I love it.

· Itu hebat.

· Saya senang.

Tommy: Barnney, bagaimana pekerjaan barumu? Apakah Kamu suka?

Barnney: Tidak, itu tidak tampak seperti apa yang saya bayangkan sebelumnya. Bagaimana dengan kamu?

Tommy: Saya senang! Bos saya adalah orang yang sangat baik. Dia memberi saya banyak pekerjaan yang harus dilakukan tapi dia selalu menghargai walaupun pekerjaan saya itu buruk.

Barnney: kau sangat beruntung sekali?


LATIHAN


A. Mendengarkan yang monolog. Kemudian, Anda menyelesaikan teks dekat.


1. Nah, hal-hal yang tidak begitu mudah pada sepotong raksasa es. Sekarang

2. Dia berhenti  sepotong es dan rasakan ke dalam air es. Dia adalah

3. Saya kira begitu karena dia bergerak kaki kanannya

4. Ketika saya memindahkan pergelangan kaki kiri saya. Saya berharap saya akan segera membaik.

5. Ini adalah tetapi sebagai orang mengatakan ", tidak ada permainan, sehingga harus menyelesaikan ini.



1. Yeahh ... Aku terpeleset dan jatuh. Punggungku

2. Ini adalah. Aku sudah beberapa obat

3. Setiap benua memiliki kondisi parah sendiri, yang kadang-kadang bisa menjadi bagi saya

4. Mereka mengatakan nya

5. Kami adalah tim yang solid, dan kami akan mendapatkan hadiah ketika kita mencapai puncak.


JAWABAN LATIHA BERIKUT?

1. Sebuah apin nyata

2. Ovlesly kesakitan

3. Cari menyakitkan

4. Sungguh menyakitkan

5. Tidak ada rasa sakit


1. Menyakiti slighly

2. Untuk mengurangi rasa sakit

3. Sesuatu yg menyusahkan

4. Rasa sakit yang nyata

5. Untuk nyeri hitam tipis bahkan